JAMBI - Dua pekan menjelang masuk Bulan Ramadan 1447 Hijriah Tahun 2026, ketersediaan dan harga berbagai bahan pokok pada pasar tradisonal di Kota Jambi terbilang cukup dan terjangkau.
Kondisi tersebut disimpulkan dari hasil pengecekan Tim Satgas Sapu Bersih Pelanggaran harga dan Mutu Pangan Provinsi Jambi yang melibatkan Subdit I Industri dan Perdagangan (Indagsi) Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jambi, ke pasar induk Angso Duo, Kota Jambi, Selasa (3/2).
“Untuk bahan pokok secara umum masih aman. Harga rata-rata masih terjangkau dan stok juga cukup tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan dan Idulfitri, ” ujar Kasubditt I Indagsi Ditreskrimsus Polda Jambi Ajun Komisaris Besar Hernawan.
Pengecekan ke pasar tradisional yang berlokasi di bantaran Sungai Batanghari tersebut, juga melibatkan sejumlah instansi terkait. Antara lain dari Badan Pangan Nasional, Dinas Ketahanan Pangan, Perum Bulog wilayah Jambi, dan personel Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi.
Dari pengecekan harga bahan pokok di Pasar Angso Duo, tercatat daging ayam Rp37.000 per kilogram, daging sapi segar berkisar Rp125.000 hingga Rp140.000 per kilogram, daging beku antara Rp85.000 sampai Rp125.000 per kilogram.
Sedangkan untuk komoditas cabai, cabai merah dijual dengan kisaran harga Rp36.000 – Rp40.000 per kilogram, cabai rawit hijau Rp44.000 – Rp46.000 per kilogram, dan cabai hijau Rp28.000 per kilogram.
Sementara itu, harga beras SPHP tercatat Rp12.000 per kilogram, Minyak Kita Rp15.700 per liter, bawang merah Rp32.000 per kilogram, dan bawang putih Rp30.000 per kilogram.
Kapolda Jambi Inspektur Jenderal Krisno H Siregar melalui Kabid Humas Komisaris Besar Erlan Munaji menjelaskan, pengecekan harga dan ketersediaan bahan pokok di pasar-pasar tradisional tersebut, merupakan wujud dari kehadiran Polri dalam menjaga stabilitas pangan di daerah.
“Kami ingin memastikan masyarakat tidak mengalami kesulitan mendapatkan bahan pokok dengan harga yang wajar. Khususnya menjelang Ramadan dan Idulfitri. Polda Jambi akan terus melakukan pengawasan bersama instansi terkait agar distribusi lancar, stok aman. Jangan sampai ada pihak tertentu yang mencoba mengambil keuntungan dengan cara melanggar aturan, ” ujar Erlan.(IS/hum)

Updates.